Skip to main content

11.Happy Belated Birthday!

Hai eplibadeh… tanggal 24 Juni kemarin Bapak ulangtaun lhooo. Wah! Ulangtaun ke berapa??? Err… sebenernya aku lupa. Maafkan pak, jangan kutuk ifa jadi batu T_T


Jadi malam sebelumnya, saya beserta rekan saya Abdan Syakura alias Adan alias si Makhluk Malam yang tidak lain dan tidak bukan adalah saudara kandung saya berencana memberikan surprise bocil bocilan. Yak, kita memberikan kue ultah :”D Tapi kita bingung mau beli dimana. Untunglah ada Regina...:'D

Setelah rapat meja makan menghasilkan kue ulangtahun bulat berlapis cokelat. Aku sama Mas Adan naek motor ke rumah Regina buat pesen kue. Kata Mamanya malam setelah shalat terawih aja di ambil, jadi cokelatnya ga lumer duluan.

Malamnya abis shalat terawih, ga abis shalat terawih juga sih, aku shalatnya 8 rakaat doang karena buru-buru gitu. Dan saking buru-burunya, aku sampai lupa kalau ke mushala bawa sepeda. Akhirnya lari-lari balik ke mushala ngambil sepeda. Banyak anak kecil pada ngetawain -_-

Sampai rumah Mas Adan udah standby sama motornya, sepedaku langsung aku jatohin nyender tiang, eh semen di tiangnya langsung retak, rusuh -,- Aku langsung naek ke motor dan lupa kalau masih pakai mukena. Sangat rempong sekali seperti nenek nenek desperate. Trus aku ganti baju cepet cepet dan sepertinya jilbab yang aku pakai miring. Tapi gapapa langsung cusss ambil kuenya.

Sampai di gangnya, ternyata Mas Adan gatau rumahnya yang mana. Setelah muter-muter tujuh kali akhirnya kita tau rumahnya yang mana. Sempet keterusan dan tanya mas-mas sarungan yang lagi makan gorengan di warung. Sampai sana kita langsung ambil kuenya, bayar, dan bilang makasih.

Di tengah jalan kan pada rameee orang-orang pulang terawih, jadi naek motornya lumayan lama. Mas Adan panic (at the road) dia nyetir motornya ugal. Seperti pembalap yang kehilangan jati diri. Malah kotak kue yang aku pegang kegedean banget lagi, kalau geser nanti hiasannya rusak. Mas Adan nyetirnya ga nyante banget, jilbab aku sampe terbang-terbang, kotak kuenya juga mau terbang. Akhirnya kepala aku tempelin ke kotak kuenya biar ga terbang -_-". Bapak-bapak lagi jalan ngeliatinnya rusuh sendiri.

Sampai di rumah, aku langsung matiin lampunya. Bapak lagi masukin motor ke garasi. Rumah gelap banget. Mama udah standby bawain kue. Waktu bapak masuk

"SELAMAT ULANG TAHUN BAPAK!
ASDFGHJKLCSFYGITQM %^*@
*(!)>?$&~@$(*)^"

Hening. Bapak gangerti ini ada apa -_-". Setelah beberapa detik akhirnya bapak ngeh waktu liat kue ulangtahun. Bapak langsung ketawa sampai kumisnya bergoyang dumang.

Abis nyanyi, potong kue, dan berdoa. I love the atmosphere <3

Malam itu bahagia sekali. Rumah bahkan masih terang sampai jam 10 malam. Tetangga kos pada dibagiin kue. Sayang sekali :) <3

Comments

Popular posts from this blog

a chunk of glass

i've been wanting to paint your soul with the color of the world so that you can see the magic hiding behind everyone's eyes i've been wanting to whisper poems about stars and dreams to your abyss praying for you long last memories i've been wanting to stitch your limbs to help you learn how to dance and venture to fail your loneliness from tearing you apart maybe if i had listened to the beat of your core how transparent and colorless it was like a chunk of glass i see that's why sometimes it looks empty only when i finally tried to stare closely and squint my eyes only if i was not too scared to know what's inside it was unmolded not sure if it's too strong or too stubborn either way, it remained the same.

letter for blue

recently i have forgotten your birthday. i still remember your voice and the way you talk. i've made peace with my feelings. but sometimes you appeared in my dreams as both fantasy and nightmare. you're something i wish i could erase. yet here i am clinging onto the smallest thing like your smile that would never be intended to me. memories are deceitful, and i hope so. i hope it's my memories that betray me, that i am actually just a sick person and you're nothing but a halucination. so i could drink the medicine and be okay. perhaps it is not about you, perhaps you've unfortunately became a proof of something more tragic than pure. a door for the darkness that has existed in me since a long time ago. it is pathetic how i froze whenever i saw a glimpse of your fractions in a crowd or when a stranger has your name, eventhough i knew it was not the real you. i have always known that loneliness takes half of my being. as if i am not 'me' if i do not have them...

< animus >

Tonight, I’d be fine I could sleep In the midst of chaos I’d move backwards everytime my guilt decapitated my essence Tonight, I found somebody's reflection on a broken mirror And it was a boy He was made from my desperate prayers in every crowds Sometimes I saw him with his innocent smile Sparkling eyes and curly hair Clean uniforms and black loafers His voice was kind He looked alive, and perfect Unlike the world I was ragged I wish I were you I'd have been beautiful Tonight, I'd fight with my dirty nails and sharpened wooden stick You’d fight with soft words that kill minds I drank their blood You danced with their corpses But we both lost the war, despite our childhood secret dreams We knew we’d do Maybe I should hold your hand from the start Before I brought you your doom, and you brought mine But it’s fine Cause the longing is finally ending The longing is finally ending. ~•~ / Why I Only Face You Now When I've Known You Since F...