nenek takut gelap sampai jatuh sakit.
mungkin karena dulu ketika ada tentara yang datang berpatroli,
seluruh cahaya kampung akan dimatikan.
dan nenek, beserta anak-anaknya yang masih kecil, akan bersembunyi di dalam lubang tanah hingga pagi.
mungkin karena dulu ketika ada tentara yang datang berpatroli,
seluruh cahaya kampung akan dimatikan.
dan nenek, beserta anak-anaknya yang masih kecil, akan bersembunyi di dalam lubang tanah hingga pagi.
dingin, lembab, gelap-gulita,
berdesakan, berdoa: "semoga hari ini bukan kita."
bisakah kita akhirnya benar-benar memaknai sejarah lebih dari sekedar dongeng para orang tua?
atau materi dalam buku pelajaran?
bukan perjuangan yang diromantisasi,
yang kata-katanya dipoles oleh mereka
yang mungkin tidak merasakan buta huruf.
melainkan sejarah yang isinya teror setiap malam.
sejarah bukanlah masa lalu yang gugur,
melainkan warisan berpuluh-puluh tahun kemudian.
yang masih tersimpan di dalam urat nadi kita.
lewat pola asuh,
lewat didikan 'VOC' yang keras,
lewat 'jangan mengeluh, yang penting bisa makan'.
atau materi dalam buku pelajaran?
bukan perjuangan yang diromantisasi,
yang kata-katanya dipoles oleh mereka
yang mungkin tidak merasakan buta huruf.
melainkan sejarah yang isinya teror setiap malam.
sejarah bukanlah masa lalu yang gugur,
melainkan warisan berpuluh-puluh tahun kemudian.
yang masih tersimpan di dalam urat nadi kita.
lewat pola asuh,
lewat didikan 'VOC' yang keras,
lewat 'jangan mengeluh, yang penting bisa makan'.
nenek dan kakek kita.
nenek dan kakek dari nenek dan kakek kita.
nenek dan kakek dari nenek dan kakek dari nenek dan kakek dari--mereka yang namanya tidak tercatat.
nenek dan kakek dari nenek dan kakek kita.
nenek dan kakek dari nenek dan kakek dari nenek dan kakek dari--mereka yang namanya tidak tercatat.
tetapi genetiknya masih mengalir hingga detik ini.
yang tidak sempat memproses trauma, karena sibuk bertahan hidup.
di tengah modernitas yang membuat kita sibuk dengan urusan masing-masing, bisa kah kita menciptakan ruang baru dalam hati ini?
di tengah modernitas yang membuat kita sibuk dengan urusan masing-masing, bisa kah kita menciptakan ruang baru dalam hati ini?
hati yang sama seperti hati-hati ratusan tahun lalu.
memaknai sejarah mungkin adalah salah satu langkah untuk berkoneksi, bukan hanya dengan kakek dan nenek, tapi juga dengan luka dalam diri kita.
memaknai sejarah mungkin adalah salah satu langkah untuk berkoneksi, bukan hanya dengan kakek dan nenek, tapi juga dengan luka dalam diri kita.
***
"the heart is ancient, and hasn't had any updates." -doug belshaw.
Comments
Post a Comment