Skip to main content

Posts

agustus dan trauma antargenerasi

nenek takut gelap sampai jatuh sakit. mungkin karena dulu ketika ada tentara yang datang berpatroli, seluruh cahaya kampung akan dimatikan. dan nenek, beserta anak-anaknya yang masih kecil, akan bersembunyi di dalam lubang tanah hingga pagi. dingin, lembab, gelap-gulita, berdesakan, berdoa: "semoga hari ini bukan kita."  bisakah kita akhirnya benar-benar memaknai sejarah lebih dari sekedar dongeng para orang tua? atau materi dalam buku pelajaran? bukan perjuangan yang diromantisasi, yang kata-katanya dipoles oleh mereka yang mungkin tidak merasakan buta huruf. melainkan sejarah yang isinya teror setiap malam. sejarah bukanlah masa lalu yang gugur, melainkan warisan berpuluh-puluh tahun kemudian. yang masih tersimpan di dalam urat nadi kita. lewat pola asuh, lewat didikan 'VOC' yang keras, lewat 'jangan mengeluh, yang penting bisa makan'. nenek dan kakek kita. nenek dan kakek dari nenek dan kakek kita. nenek dan kakek dari nenek dan kakek dari ...

a chunk of glass

i've been wanting to paint your soul with the color of the world so that you can see the magic hiding behind everyone's eyes i've been wanting to whisper poems about stars and dreams to your abyss praying for you long last memories i've been wanting to stitch your limbs to help you learn how to dance and venture to fail your loneliness from tearing you apart maybe if i had listened to the beat of your core how transparent and colorless it was like a chunk of glass i see that's why sometimes it looks empty only when i finally tried to stare closely and squint my eyes only if i was not too scared to know what's inside it was unmolded not sure if it's too strong or too stubborn either way, it remained the same.

letter for blue

recently i have forgotten your birthday. i still remember your voice and the way you talk. i've made peace with my feelings. but sometimes you appeared in my dreams as both fantasy and nightmare. you're something i wish i could erase. yet here i am clinging onto the smallest thing like your smile that would never be intended to me. memories are deceitful, and i hope so. i hope it's my memories that betray me, that i am actually just a sick person and you're nothing but a halucination. so i could drink the medicine and be okay. perhaps it is not about you, perhaps you've unfortunately became a proof of something more tragic than pure. a door for the darkness that has existed in me since a long time ago. it is pathetic how i froze whenever i saw a glimpse of your fractions in a crowd or when a stranger has your name, eventhough i knew it was not the real you. i have always known that loneliness takes half of my being. as if i am not 'me' if i do not have them...

< animus >

Tonight, I’d be fine I could sleep In the midst of chaos I’d move backwards everytime my guilt decapitated my essence Tonight, I found somebody's reflection on a broken mirror And it was a boy He was made from my desperate prayers in every crowds Sometimes I saw him with his innocent smile Sparkling eyes and curly hair Clean uniforms and black loafers His voice was kind He looked alive, and perfect Unlike the world I was ragged I wish I were you I'd have been beautiful Tonight, I'd fight with my dirty nails and sharpened wooden stick You’d fight with soft words that kill minds I drank their blood You danced with their corpses But we both lost the war, despite our childhood secret dreams We knew we’d do Maybe I should hold your hand from the start Before I brought you your doom, and you brought mine But it’s fine Cause the longing is finally ending The longing is finally ending. ~•~ / Why I Only Face You Now When I've Known You Since F...

letter from consciousness

Saving you is a way to save myself. There were times when I was frightened with being empty. Empty means I have no solid core. I imagine myself functioning like a sponge, in which is capable of absorbing all those residues that left by other people. Sponge only has meaning when it is capable of permeating. Therefore, I become anxious when it's empty. I'll urgently pull things as fillers, whether they make sense or not. I become obsessed with it for awhile. Walking on this heavily congested earth like a wanderer searching for purpose. I am searching for something like sorrow, so I am able to breaking it down into small particles I could hold with my palms. Maybe it explains my attachment with everything that is complicated and ruined. Somehow, it almost looks like a wonderful illness that makes you sick with excitement. As if I am a sage without any heroes to guide. I write their stories in a journal exhibited in my consciousness, drafting them down until they become a pattern ...

Tukas Maret

Kau masih tertidur di sana. Di kasurmu yang sudah lembab, jejak tenggelam mencetak massa tubuhmu yang sudah kaku, yang kainnya tak lagi kusut oleh lekuk. Ia memanas, kemudian mendingin oleh waktu-waktu yang kau gunakan untuk diam, menghirup hiruk pikuknya kehidupan, lalu kau embuskan selayaknya debu penuhi rongga dadamu. Sesak . Kau tekan tumit ke atas lantai yang terasa lengket di kulit, terasa mengganggu. Langkahmu mengecap dinginnya permukaan rumah, suaranya menelisik sudut-sudut gelap, mengirim getaran pada sarang-sarang binatang yang mendiami rumahmu selayaknya teman kamar. Mereka terasa lebih familiar denganmu daripada kawan-kawan. Kau coba jelaskan pada cermin bahwa ini bagian dari kehidupan, untukmu terperosok lalu nantinya bangkit lagi, seperti kerja gelombang. Tapi kau terjebak di bawah sini begitu lama, mewanti-wanti kapan momentummu datang membawamu naik ke puncak. Kau terdiam begitu lama, mendangak ke atas, lalu kesepian mulai merayapi pori-pori kulitmu. Rasanya seperti di...

letter from underground

no, i could not talk to you, sweetheart. this was something i had brought since i was born. this was not a curse. this was something tied in both my hands, some sort of vines were lingering on every pores of my arms' skin. the disgust was immense in me. and i imagined if i could love as hard as i was disgusted. but love left a bad taste in my tongue. my heart was a deep hollow, sweetheart. five seconds ago i remembered the kindness you gave me, then i had forgotten your name. was i fooled by my own brain? was i delusioned with the slight happiness i was momentarily given despite this big hollow that could gulp the moon. it was a loose chance. i was barely distracted from my genuine hatred. thus, i become so afraid of such blinding emotions and forgot my stance. i was not a great man, but i put my self in a higher position than those around me. in what position, you could not understand, sweetheart. i was not you, or anyone. this was not a proud regard. i was merely a terrible man. ...

anjing

bersama kalam-kalam kelam yang menyulam hati yang kelimpungan dalam riuh, kegaduhan, dan girang-girang yang melemahkan pelihara-pelihara, apakah kita peliharaan? dunia penuh anjing-anjing, apa benar kita ini anjing yang menggonggong sebab perut keriput dan rongga kosong menunggu daging dilempar dan kita akhirnya bungkam lalu menggonggong lagi esok paginya pada tuan yang sama yang mengelus leher kita sambil pijit-pijit agar tidak digigit jika tidak ada daging di piring apa yang akan kita makan sang tuan atau anjing-anjing tuan makanlah hasil buruan dari terburu yang memburu kalungku ini hanya ilusi tapi terikat menembus kulit hingga menyatu dengan nadi kalau kau tarik aku yang mati

made of dreams

i sweat, girl, i sweat. the night sky is not pitch black, they are blue. and i felt something exploded in my nothingness. i swear, girl, i swear. i saw a paladin riding his white horse on the moon's face. and i don't know how to explain what does not exist. but it feels real, it feels real . i am most awake when i dream.

Self-sabotage

It's a pitch black sky without stars. You are just an empty house without any properties to offer. You swear it's cold in the middle of summer and everyone says the sunlight stings their skin. But you zipped up your jacket because your hands always freeze. The sunlight never reaches you, but flame never feels enough until it burns you into ashes. The world has always been blurry and your senses are dead. You could not hear any noises or see anything. And the headache feels like someone keeps trying to break your skull from inside to stop you from remembering. Words seem like a broken signal to you as if it's your first time talking. You forget how to feel, like you forget how to eat. You are just incapable. Because you're a terribly ruined person through and through. One night you are stuck in the corner of your mind, wondering a way to escape from this unknown room but how the heck are you trapped here for years. And it's locked. You try to remember good things but...

Asing dan Akrab

Aku mencoba berpijak di tempat ini. Dan hujan yang mengguyur menusuk tengkukku. Dinginnya kusanggah berkali-kali hingga aku kebasahan olehnya, pun aku menolak untuk berteduh. Segala sudut di tempat ini tak ada yang mampu melindungiku, namun aku berusaha melingkupinya dengan lengan kurusku agar suatu hari terpeluk ia dengan keberadaanku. Ada sebuah pohon kersen mungil, dan di bawahnya tanah licin yang tertimpa dedaunan kering. Kemudian dedaunan itu berubah hitam, dan tanah kering menjadi gambut. Hujan turun tanpa henti. Tubuhku menggigil dan pakaianku serasa menyatu dengan kulit. Aku memeluk belaian sensasi familiar yang tak berbentuk. Gemuruh langit terdengar seperti irama jantungku; bergetar di tengah beku. Aku berdiri dilawan deru angin yang berusaha kujabat agar menjadi kawan, dan pohon-pohon yang bergoyang serupa sorakan semu. Dalam gema keheningan yang luas dan tak berdinding ini kupikir aku pulang. "Inilah tempatku," ucapku pilu.

Juli 2022

Beberapa tahun terakhir ada kesadaran baru yang kita temukan perihal penyesalan dan penebusan. Kita telah sampai pada kesimpulan bahwa penghukuman yang sesungguhnya berasal dari diri sendiri. Bahkan kamu tidak menangis, kan? Karena kamu sadar bahwa kamu pantas mendapatkannya. Kemudian kita kembali disadarkan; ada sudut pandang lain yang tidak sampai diterima mata. Bahwa luka yang ditimbulkan itu sakitnya hanya bisa diukur oleh mereka yang mengalaminya saja. Jadi penebusan, walaupun sudah berlarut-larut, kita tidak akan pernah sampai pada keyakinan bahwa itu cukup. Sebaliknya, itu tidak akan pernah cukup. Bertahun-tahun kemudian kamu berjalan di kota dan menggeser layar ponselmu. Kamu membaca berita terbaru tersangka korupsi yang keluar masuk penjara berkali-kali. Lalu karena kamu sangat kesulitan melulu berkutat dengan rasa bersalahmu, akhirnya kamu mulai membandingkan siapa yang lebih buruk di antara kalian. Penyesalan, penebusan, rasa bersalah ... mereka semua tidak ada bentuk ...

Memeluk Cahaya

Aku mencoba menggenggammu di antara jemariku Namun kamu melesat tak tergenggam Menyisakan gelap dan kehampaan Kutunggu kamu di antara dunia yang mengabu Namun kamu tidak pernah ada di sini untuk membuatnya berwarna Aku bertanya-tanya, siapa dirimu? Apa dirimu? Kuserukan kerinduanku yang amat rapuh di malam-malam sebelum tidur Di mimpi yang terlihat nyata Pada nama-nama yang tak bernama Pada entitas tanpa identitas Dimana kah kamu? Kutangisi kehadiranmu dengan mata yang mengering Bahwa aku kehausan dan tak bisa bernafas lagi Bahwa aku sendirian dan tak bisa melihat lagi Bahwa aku ingin berada di sisimu Aku ingin bersama denganmu

You + Me = Alone

Hi. It's been 10 years since the first step of facing bigger world. I did not realize it's been a decade, but I'm counting and grouping times based on two patterns of events; white and black, good and bad. I thought the first step is a white one, and the day after three years from it would be black. But turns out I don't know what is white or what is black, and it is not fair to decide it like that. Because who I am? I realize that they are grey, all of them. Maybe it is dark grey or light grey or mid grey, I don't know if you can call it so. But for the safest line I could step on, I know they are grey. And every time the color was changing, between the bar, I unconsiously piled up my skin. How those colors affect me. And I found many things. Most of them are scars, like bruises or scratch. Most of them are ugly too, because it left a mark, and it will always be there if I look at my self, whether somebody point it out to me or I could just low my head and see it c...

struktur

dunia hampir runtuh seperti bulan yang gagal bercermin tatkala kaki-kaki patah satu per satu seperti telapak tangan yang meringik tatkala surya menebar rasa tanpa asa berkelok-kelok berliku-liku mendongak surai berdenting khayalan lampu kelap kelip aliran listrik warna warni suka cita tawa asing menjelma bising namun dadanya kembang kempis seolah bahagia itu gratis kini kilau menerpa air got cahaya bulan telah diserobot dunia hampir runtuh dunia siapa, dunia siapa-siapa - 07

Korupsi: Kejahatan Luar Biasa Yang Berdampak Masif Terhadap Segala Aspek Kehidupan

BUKAN suatu rahasia lagi bahwa negara Indonesia memiliki tingkat korupsi yang cukup tinggi. Bahkan kita bisa mendapatinya dalam hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari, seperti tidak datang tepat waktu saat menghadiri pertemuan, atau menambah waktu ketika suatu pertemuan seharusya telah selesai. Menurut Transparency International (TI)  tahun 2019, Indonesia berada dalam peringkat 85 dari 180 negara dengan skor 40/100. Angka yang masih pantas disebut tinggi, namun mengalami peningkatan sebanyak 2 angka dibanding tahun 2018. Artinya, pergerakan Indonesia dalam memberantas tindak pidana korupsi mengalami kemajuan yang positif. Meskipun mengalami progress yang cukup baik, tetap tidak bisa dielak bahwa korupsi di Indonesia masih menjamur dan memberikan dampak di banyak sektor kehidupan, mulai dari kerugian dalam ekonomi negara hingga ke lingkungan alam. 1. Dampak Korupsi di Bidang Ekonomi Negara-negara berkembang umumnya memiliki pertumbuhan ekonomi yang lemah dan jumlah kemiskinan yang ...

Jebakan

Esokku tak ketara Jemariku menyisa cakaran-cakaran putus asa Pada tembok sekelam jelaga Kaku sekali nafasku Seperti baru mendapat paru-paru Kedipanku kalah cepat dengan kilauan lampu bioskop tua Langkahku tak mampu menyalip nenek jompo tetangga kita Krek krek Kaki kuseret Krek krek Tumitku lecet Krek krek Kukuku patah Krek krek Aku berdarah Luka luka luka Siapa tahu itu dusta Sakit sakit sakit Rintihanmu terdengar pelit Tik tik Jam tidak berfungsi di dimensi ini Hanya ada gelap dan terang Pertanda malam dan siang Tok tok Pintu tidak terpasang di rumah ini Hanya ada langit kosong Penuh lorong gorong-gorong Bukan rumah kita Rumah Tuan-Tuan Mereka datang melibas batas realitas Mereka menjual mimpi Tapi bukan impian Mereka kotor Seperti bajumu, rambutmu, hatimu Semua yang ada padamu - 07

Kuceritakan Sebuah Rahasia

Aku pernah memecahkan sebuah gelas Hingga hancur dan kepingannya berserakan kemana mana Bergegas aku mengambil perekat Berharap gelas itu masih bisa selamat Namun sekalipun aku bersusah payah yang kudapati hanya tangan berdarah Sekalipun aku menukar jiwa ia tak kembali sedia kala Ia retak Ia rusak Lalu aku memutuskan untuk menyimpan gelas itu Di lemari kaca rahasiaku Kusimpan rapat-rapat Erat-erat Bersama serpihan-serpihan yang tak mau menyatu Bersama dengan ketidaksempurnaan yang hanya aku yang tahu --07

Kita

Kita berteman saat aku baru saja mendapat sebuah sendal baru. Warnanya ungu, bukan warna kesukaanku. Tapi Ibu yang membelinya, maka detik ini warna ungu adalah yang terbaik. Warna ungu adalah warna kita. Besoknya kita masih berteman, kuajak kamu keliling sekolah, ke lapangan berumput, taman bermain, dan ruang kelas. Kuajarkan kamu cara membaca, cara menulis juga. Kuajarkan semua yang aku tahu, dan kamu akan mengajarkan yang kamu tahu. Karena kita adalah teman. Kemudian aku ingin mengajarkanmu segalanya tentang dunia. Tapi sayangnya aku tidak tahu dunia. Satu-satunya yang kutahu hanyalah dunia kita. Kamu bilang kamu juga tidak tahu dunia. Jadi bagaimana kalau kita belajar bersama-sama? Baiklah. Lalu besoknya, aku dan kamu bertengkar. Karena ternyata kita memahami dunia dengan cara berbeda. Matahari yang terbit duluan atau bulan? Atau bulan sebenarnya tidak terbit? Siapa yang salah di antara kita? Tidak tahu. Besoknya, kita belajar lebih giat lagi agar semakin tahu. Tapi besoknya kita ti...

duniaku

dalam sebuah dunia kecil dimana waktu tidak terkira dan aku tidak menua dalam sebuah dunia kecil ketika bintang bersuka dan bulan tidak berduka dalam sebuah dunia kecil dimana cakrawala hanya sebatas asaku saja dalam sebuah dunia kecil yang di dalamnya mengalir air pelan-pelan tanpa terpaksa dalam sebuah dunia kecil yang angkasa sebagai panggung buat burung-burung menari abai gravitasi dalam sebuah dunia kecil yang rumputnya hijau dan tak tumbuh terlalu tinggi dalam sebuah dunia kecil kurasakan udara hanya imaji dan denyut nadi hanya ilusi. aku tinggal dalam sebuah dunia kecil yang tak ada pertanyaan mau kemana aku ini --07